11/21/07

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Berita | 13.03.2008 | 22:00 UTC

Serangan Pembunuhan di Irak Berlanjut

BAGDAD: Serangan sebuah bom mobil di kawasan pusat ibukota Irak Bagdad menewaskan 18 orang dan melukai lebih dari 50 lainnya. Serangan bom mobil itu dilancarkan di pusat perbelanjaan Tahrir, tidak jauh dari Zona Hijau, yakni kawasan perkantoran pemerintahan Irak dan markas pimpinan militer Amerika Serikat. Sementara itu, Uskup Agung Gereja Katolik Kaldea Paulos Faraj Rahho ditemukan tewas di dekat kota Mossul di utara Irak. Rahho diculik akhir bulan Februari lalu setelah menggelar sebuah misa. (www.dw-world.de)



Putra Khaddafi Dituduh Terlibat Serangan di Irak
Minggu, 27 Januari 2008 | 05:40 WIB

BAGHDAD, SABTU - Putra pemimpin Libya Moammar Khaddafi dilaporkan berada di balik kelompok bersenjata yang melakukan serangan bom di Irak utara minggu ini. Hal itu diungkapkan seorang pimpinan suku Sunni yang berjuang melawan al-Qaeda, Sabtu (26/1) waktu setempat.

Dalam serangan bom Rabu lalu, sedikitnya 38 orang tewas dan 225 terluka. Bom berkekuatan besar itu juga menghancurkan 50 bangunan di sebuah wilayah Mosul. Esoknya, pembom bunuh diri menewaskan kepala polisi dan dua anggotanya saat mereka meneliti lokasi ledakan.

Kolonel Jubair Rashid Naief, pejabat polisi di propinsi Anbar, mengatakan serangan itu dilakukan oleh Resimen Seifaddin, yang anggotanya sekitar 150 pejuang Irak dan asing. Mereka masuk ke Irak beberapa bulan lalu dari Suriah.

Menurut Naief, resimen yang bekerjasama dengan al-Qaeda di Irak itu didukung oleh Seif al-Islam Gadhafi, 36, putra tertua pemimpin Libya. "Saya yakin tentang apa yang saya katakan, dan ini ada buktinya," kata Naief.

Saat dikonfirmasi, pria yang mengangkat telepon di kantor Khaddafi di Tripoli mengatakan bahwa pemimpin Libya itu sedang tidak di tempat untuk bisa memberi komentar terhadap tuduhan Naief.

Meski juga tidak memberi komentar atas informasi keterlibatan putra Khaddafi, militer AS mengatakan banyak pejuang asing yang masuk Irak. Sekitar 19 persen datang dari Libya, sedangkan orang-orang dari Afrika Utara mengisi sekitar 40 persen dari jumlah keseluruhan.

Seif al-Islam sendiri bukanlah sosok yang terlihat sebagai pendukung terorisme. Disebut sebagai reformer, Khaddafi muda itu berhasil mengubah image Libya menjadi lebih moderat. Pria yang dijuluki "The Engineer" ini juga membantu melepaskan lima perawat Bulgaria dan seorang dokter Palestina yang dipenjara di Libya atas tuduhan menginfeksi anak-anak Libya dengan HIV.


Presiden AS mengemis kepada Negara OPEC

BUSH MINTA ARAB SAUDI TEKAN HARGA MINYAK
Sumber KOMPAS Rabu 16 Januari 2008

Riyadh,Selasa-Presiden AS George W Bush meminta bantuan Arab Saudi untuk menurunkan harga minyak dunia yang melonjak dan sempat mencapai 100 Dollar AS per barel. Harga minyak yang melonjak ini, kata Bush, bisa mengancam ekonomi di AS.
Menjawab kekhwatiran Bush, Menteri Minyak Bumi Arab Saudi Ali Al-Nuaimi menyatakan, pihaknya akan meningkatkan produksi hanya ketika pasar membenarkan tindakan itu. Hal itu sudah menjadi kebijakan Arab Saudi. "OPEC akan membahas data jumlah permintaan dan persediaan yang tersedia."Sebagai negara yang memproduksi minyak, kami akan tetap menjaga agar pasar minyak tetap sehat" kata Nuaimi.
Sebelumnya OPEC berkali-kali menyatakan sudah berusaha memenuhi kebutuhan minyak mentah dunia. Bahkan OPEC menilai harga minyak melonjak akibat ulah dari spekulan, nilai tukar Dollar AS yang melemah, dan konflik di berbagai negara penghasil minyak terutama Irak yang mengalami Invasi Militer AS tahun 2003 silam.
Jadi kalau kita lihat kutipan berita di Atas bahwa Negara Adi Kuasa Amerika mengemis di atas kesombongan mereka sendiri, AS tidak menyadari dampak buruk dari perbuatan mereka sendiri. AS saat ini telah mengalami RESESI EKONOMI yang terparah sepanjang masa. Jadi kita tinggal tunggu waktu, AS hanya punya dua pilihan pertama, perbaiki kondisi di Irak Segera agar pasokan minyak membaik,kedua, AS hancurkan diri mereka sendiri dengan RESESI EKONOMINYA. Inilah yang namanya KARMA..


AS Dukung Rekonsiliasi di Iraq
Sumber KOMPAS Rabu 15 Januari 2008

BAGHDAD, SELASA - Amerika Serikat menyambut baik upaya Iraq untuk membentuk upaya rekonsiliasi politik. Hal ini setidaknya terlihat dari kunjungan mendadak Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice ke Baghdad, Selasa (15/1), untuk menerangkan ke Perdana Menteri Iraq Nouri al-Maliki mengenai hasil perundingan Presiden AS George W Bush dalam kunjungan dinasnya di Timur Tengah. Rice berada di Baghdad setelah bertolak untuk meninggalkan sementara Riyadh, lokasi kunjungan Presiden Bush bersama rombongannya.

"Presiden Bush dan Rice memutuskan hal ini merupakan kesempatan baik bagi menteri luar negeri AS tersebut untuk berada di Baghdad dan memotivasi terbentuknya aksi legislatif dan peningkatan rekonsiliasi politik di Iraq," jelas juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Gordon Johndroe. Menurut Gordon Johndroe, Rice yang mengikuti pertemuan singkat dengan al-Maliki, akan bertolak untuk bergabung kembali dengan rombongan Presiden Bush di Riyadh Selasa malam ini.

Selain menerangkan hasil kunjungan dinas Presiden Bush di Timur Tengah, Rice berada di Baghdad untuk menyampaikan ucapan selamat terhadap Iraq yang mengeluarkan legislasi untuk menjamin diijinkannya ribuan mantan pendukung Saddam Hussein dari partai Baath, yang telah dibubarkan, untuk duduk di instansi pemerintah. Kompas.com (AP/JIM)


Salju Pertama di Irak dalam 100 Tahun

Youtube
Foto amatir yang dirilis di Youtube menggambarkan hujan salju yang turun di Kota Baghadda, Irak, Jumat (11/1). Ini meruoakan salju pertama yang turun di sana dalam seabad terakhir.
Minggu, 13 Januari 2008 | 11:55 WIB

BAGHDAD, MINGGU - Untuk pertama kalinya dalam 100 tahun terakhir salju turun di Kota Baghdad, Irak. Perubahan iklim dituduh sebagai biangnya.

Butiran-butiran salju halus turun di ibukota Irak tersebut Jumat (11/1) pagi sejak sebelum fajar dan berlangsung hingga lebih dari jam 9.00 waktu setempat. Namun, salju tak sempat tertimbun karena segera meleleh begitu menyentuh tanah.

Peristiwa langka ini terjadi saat suhu udara turun hingga nol derajat Celcius bahkan di bawahnya. Turunnya salju juga dirasakan di bagian barat dan tengah Irak.

"Salju telah turun di Baghdad untuk pertama kalinya setelah sekitar seabad sebagai akibat pertemuan dua aliran angin," rilis Departemen Meteorologi Irak. Aliran angin yang dingin dan kering bertemu dengan angin yang hangat dan lembab bertemu di atas wilayah Irak.

Dawood Shakir, Kepala Departemen Meteorologi Irak, seperti dikutip AFP, mengatakan perubahan iklim global mungkin penyebab terjadinya cuaca ekstrim ini. Salju biasa turun di Irak namun hanya di wilayah pegunungan bagian utara yang dihuni suku Kurdi.

Sepanjang sejarah, Kota Baghdad belum pernah diselimuti salju. Akankah suatu saat nanti?


Australia Mundur dari Irak pada 2008
Sabtu, 01/12/2007

SYDNEY (SINDO) – Perdana Menteri (PM) Australia terpilih Kevin Rudd akan menarik pasukan tempurnya keluar dari Irak pada pertengahan 2008. Jadwal penarikan itu diungkapkan Rudd untuk memenuhi janji kampanyenya.

Tindakan Rudd itu tampaknya mengecewakan pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang tercatat sebagai aliansi dekat dalam perang di Irak.Kemenangan Rudd mengalahkan pemerintahan konservatif PM John Howard telah mengubah peta politik di Australia. ”Pasukan tempur di Irak akan kembali ke Australia pada pertengahan tahun depan,” ujar Rudd seperti dikutip Australian Associated Press.

Rudd memenangkan pemilu parlemen dengan kebijakan penarikan mundur 550 pasukan tempur di Irak. Beberapa ratus tentara Australia akan tetap memberi perlindungan di Irak seperti untuk penjagaan diplomat. Negeri Kanguru sekarang juga memiliki 1.000 tentara di Afghanistan. Namun, Rudd tidak memiliki rencana untuk mengurangi jumlah pasukan itu di Afghanistan. ”Pemerintah tidak memulai diskusi awal dengan Amerika Serikat (AS) tentang rencana penarikan mundur.

Pertemuan dengan Duta Besar AS Robert McCallum akan segera digelar,” kata Rudd. Awal pekan ini, McCallum menyatakan bahwa AS sedang berupaya membicarakan rencana penarikan tersebut. Mc- Callum menegaskan, penarikan mundur itu tidak berarti seluruh tentara Australia akan meninggalkan Irak. ”Situasi ini terjadi saat Australia menentukan bagaimana mereposisi pasukannya, bagaimana pengerahan itu dilakukan dengan cara baru dan berbeda. Kami sedang berupaya bekerja sama dengan Rudd untuk mencapainya,” kata McCallum. (AP/AFP/syarifudin)

Admissions of Iraqi refugees lagging By MATTHEW LEE, Associated Press Writer
WASHINGTON - U.S. admissions of Iraqi refugees are nose-diving amid bureaucratic in-fighting despite the Bush administration's pledge to boost them to roughly 1,000 per month, according to State Department statistics obtained by The Associated Press.( 03 Jan 08)

Ditemukan pusat penyiksaan Irak by; BBC Indonesia.com
Tentara Irak dan AS menemukan "kompleks penyiksaan" di kawasan yang dikuasai al-Qaeda dekat Muqdadiya, provinsi Diyala, kata militer Amerika (20 Des 07)

Gedung Putih: Al Gore Keliru Soal AS Halangi Climate Change
Gedung Putih mencetuskan Al Gore keliru karena telah menyebut AS menjadi penghalang keberhasilan konferensi perubahan iklim di Bali.

Bom Aljir tewaskan 10 staff PBB
Sejumlah pihak mengecam dua ledakan bom yang menewaskan puluhan orang di ibukota Aljazair kemarin. Satu serangan merusak kantor PBB di Aljiers. Sekretaris jendral PBB, Ban Ki Moon menyebutnya sebagai tindakan pengecut.

Penarikan pasukan Australia dari Irak tidak lukai AS
Sydney (ANTARA News) - Persekutuan Amerika Serikat (AS) dengan Australia tidak akan rusak oleh kebijakan pemerintah Canberra yang sangat berbeda dari Washington dalam hal perang Irak dan perubahan iklim, kata seorang pejabat tinggi AS.

Bom bunuh diri lagi di Irak
Sebanyak 15 orang tewas dalam serangan pembom bunuh diri yang mengenakan rompi bahan peledak di Baghdad.
Sedikitnya 20 orang terluka dalam ledakan di Muqdadiya, 90km arah timur laut ibukota Irak.

Tiga TKW kembali dipulangkan dari Irak Siang ini.

Tiga tenaga kerja wanita (TKW) yang terjebak di wilayah konflik Kurdistan, Irak kembali akan dipulangkan ke tanah air Kamis siang ini.

Eropa ancam boikot Amerika soal iklim
Uni Eropa mengancam akan memboikot pertemuan puncak yang dimotori Amerika Serikat, selagi AS menentang target emisi dalam negosiasi di Bali.

Perundingan Iran-IAEA Berakhir Kemarin Malam
Wakil tetap Iran di Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Ali Asghar Soltanieh, mengatakan, "Melalui perundingan teknis antara para pejabat Iran dan IAEA soal sumber nuklir, satu langkah lagi telah ditempuh untuk menyelesaikan hal-hal yang belum tuntas soal nuklir Iran." Perundingan soal sumber ...


Sidang Kerjasama Ekonomi Iran-Rusia Digelar Hari Ini
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Manouchehr Mottaki, melawat Moskow dalam rangka menghadiri Sidang Komisi Kerjasama Ekonomi Iran dan Rusia. Mottaki pagi dini hari ini di Teheran menjelang bertolak ke Moskow mengatakan, "Mengingat berbagai peluang kerjasama Iran dan Rusia, khususnya di ...

Menhan AS Klaim Irak Aman dan Stabil Sudah Dekat Cita-cita tercapainya Irak yang stabil dan demokratis sudah dekat, demikian klaim dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS), Robert Gates, di Baghdad, Rabu.

Ledakan Bom Tewaskan 22 Orang Saat Gates Kunjungi Irak Sebanyak empat bom mobil membunuh sedikit-dikitnya 22 orang di berbagai pelosok Irak, Rabu, seiring Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Robert Gates, mengadakan kunjungan yang tak diumumkan ke negara tersebut, kata pihak keamanan dan serta paramedis.

Dua Orang Tentara AS Tewas di Irak Satu serangan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal di provinsi Salaheddin telah menewaskan dua orang tentara Amerika Serikat (AS) dan melukai dua orang lainnya, demikian pengumuman militer AS pada Rabu.